Kehidupan kita seperti dalam pertandingan tinju dimana bilamana petinju sudah hampir kalah, sang pelatih melempar handuk putih sebagai tanda menyerah.
Kita harus bertekun di dalam Tuhan.
Ibrani. 10 : 36Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.
Yosua. 6 : 1 - 14Dalam pada itu Yerikho telah menutup pintu gerbangnya; telah tertutup kota itu karena orang Israel; tidak ada orang keluar atau masuk. Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa. Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya, dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut. Tetapi pada hari yang ketujuh, tujuh kali kamu harus mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala. Apabila sangkakala tanduk domba itu panjang bunyinya dan kamu mendengar bunyi sangkakala itu, maka haruslah seluruh bangsa bersorak dengan sorak yang nyaring, maka tembok kota itu akan runtuh, lalu bangsa itu harus memanjatnya, masing-masing langsung ke depan." Kemudian Yosua bin Nun memanggil para imam dan berkata kepada mereka: "Angkatlah tabut perjanjian itu dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut TUHAN." Dan kepada bangsa itu dikatakannya: "Majulah, kelilingilah kota itu, dan orang-orang bersenjata harus berjalan di depan tabut TUHAN." Segera sesudah Yosua berkata kepada bangsa itu, maka berjalanlah maju ketujuh orang imam, yang membawa ketujuh sangkakala tanduk domba itu di hadapan TUHAN, lalu mereka meniup sangkakala, sedang tabut perjanjian TUHAN mengikut mereka. Dan orang-orang bersenjata berjalan di depan para imam yang meniup sangkakala dan barisan penutup mengikut tabut itu, sedang sangkakala terus-menerus ditiup. Tetapi Yosua telah memerintahkan kepada bangsa itu, demikian: "Janganlah bersorak dan janganlah perdengarkan suaramu, sepatah katapun janganlah keluar dari mulutmu sampai pada hari aku mengatakan kepadamu: Bersoraklah! --maka kamu harus bersorak." Demikianlah tabut TUHAN mengelilingi kota itu, mengedarinya sekali saja. Kemudian kembalilah mereka ke tempat perkemahan dan bermalam di tempat perkemahan itu. Keesokan harinya Yosua bangun pagi-pagi, lalu para imam mengangkat tabut TUHAN. Maka berjalanlah juga ketujuh orang imam, yang membawa ketujuh sangkakala tanduk domba itu di depan tabut TUHAN, sambil berjalan mereka meniup sangkakala, sedang orang-orang bersenjata berjalan di depan mereka dan barisan penutup mengikut tabut TUHAN, sementara sangkakala terus-menerus ditiup. Demikianlah pada hari kedua mereka mengelilingi kota itu sekali saja, lalu pulang ke tempat perkemahan. Dan begitulah dilakukan mereka enam hari lamanya.
Kita kadang sering hendak berhenti di tengah jalan. Seperti Yosua di firman di atas.
City of Jericho (kota Yerikho) adalah kota yang tidak besar dan tertutup. Di Yosua 6:1-2, Yosua belum bergerak dan berperang tetapi Tuhan sudah mengatakan “Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu…”. Oleh karena itu jangan takut dan jangan menyerah karena Tuhan akan beserta kita selalu di dalam hati kita.
Kenapa kita sering menyerah, ada 3 hal:
• Pandangan kita sering terhalang
Iblis sering memanipulasi dan mengintimidasi kita sehingga sebelum kita berperang kita melihat tembok besar Yerikho. Ketika pikiran kita menjadi negatif maka kita akan kalah. Karena dari pikiran akan muncul tindakan kita sehingga kita kalah dalam pertandingan iman.
Seberapa besar intensitas goncangan di dalam kehidupan kita itu membuktikan seberapa besar kuasa janji Tuhan di dalam kehidupan kita.
Iman kepada Tuhan dan waktu menyembah Tuhan maka tembok-tembok masalah yang menghalangi akan runtuh, masalah yang tadinya besar menjadi kecil karena penghalang kita sudah tidak ada lagi.
• Progress kita tidak terlihat
Saat bangsa Israel mengelilingi tembok Yerikho di hari pertama tidak terjadi apa-apa bahkan dihina dan dicemooh. Begitu juga hari kedua tidak terjadi apa-apa, progress tidak kelihatan. Ini tidak mudah bagi prajurit-prajurit.
Begitu juga seorang atlit yang berhasil menjadi juara harus melalui proses latihan yang rutin terus menerus dan tidak semerta langsung jadi juara. Ada proses disiplin yang membutuhkan waktu karena progress tidak kelihatan.
Begitu juga dengan doa kita seringkali tidak segera terjadi dan dijawab.
Apakah kita tetap berjalan dan percaya kepada Tuhan walaupun belum melihat hasilnya?
Ketaatan adalah tanggungjawab kita, hasilnya adalah tanggungjawab Tuhan
• Proses yang terjadi itu tidak ada batasnya
Buat Tuhan menyelesaikan semua masalah tidak sulit. Jika demikian membuat kita tidak akan mengandalkan Tuhan. Saat menghadapi masalah Tuhan ingin bersama-sama dengan kita melewatinya dengan iman kepada Tuhan. Janji Tuhan selalu ditepati.
Yosua. 6 : 15 - 16 & 20Tetapi pada hari yang ketujuh mereka bangun pagi-pagi, ketika fajar menyingsing, dan mengelilingi kota tujuh kali dengan cara yang sama; hanya pada hari itu mereka mengelilingi kota itu tujuh kali. Lalu pada ketujuh kalinya, ketika para imam meniup sangkakala, berkatalah Yosua kepada bangsa itu: "Bersoraklah, sebab TUHAN telah menyerahkan kota ini kepadamu!Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu.
"God's plan is always the best. Sometimes the process is painful and hard but don't forget that when God is silent. He's doing something for you."
God has a purpose for your pain, A reason for your struggle and a gift for your faithfulness.
Jangan mudah menyerah. Ingat ke 3 hal ini:
• Pandangan kita sering terhalang
• Progress kita tidak terlihat
• Proses yang terjadi itu tidak ada batasnya
Tuhan yang sama saat mengatakan kepada Yosua, juga yang mengatakan kepada kita bahwa kita dapat mengalahkan semuanya karena Tuhan lebih besar dari masalah kita. Amin....
Tuhan Yesus Memberkati