GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

CHRISTIANS & TRADITIONS - Ps. Tien Setiawati, B. Com - Onsite Mandarin 04 Februari '24

04 Februari 2024, Pk. 09:00 WIB

Kehidupan kita dalam bermasyarakat dan bersosialisasi tidak lepas dari tradisi. Apakah kita perlu ikut merayakan setiap tradisi yang ada? Apakah tradisi itu bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan? 

Salah satu tradisi yang ada di Indonesia adalah Imlek atau Sincia (Chinese New Year). Ini merupakan perayaan Tahun baru bagi masyarakat Tionghoa, di tahun ini jatuh pada hari Sabtu, 10 Februari 2024. Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan di perayaan tahun baru Imlek ini: bersih-bersih sebelum hari H, petasan, hiasan ‘Fu’ dan baju merah, sembahyang leluhur, makan misua, onde dan yang manis, mengunjungi keluarga dan memberi angpao. Semua kebiasaan ini memiliki latar belakang dari sebuah legenda.

Sebagai orang Kristen yang sudah mengerti firman Tuhan, apakah tradisi tersebut masih boleh kita lakukan? 

1.    Sembahyang Leluhur 

Imamat 26 : 1
"Janganlah kamu membuat berhala bagimu, dan patung  atau tugu berhala  janganlah kamu dirikan bagimu; juga batu berukir janganlah kamu tempatkan di negerimu untuk sujud menyembah kepadanya, sebab Akulah TUHAN, Allahmu.”

Hal ini tidak boleh dilakukan. Iman kita hanya kepada Tuhan Yesus. Tidak boleh ada praktik tradisi di luar kebenaran Alkitab.

Apakah boleh makan makanan sembahyangan? Lebih baik tidak dimakan, tetapi jika malah menjadi perdebatan, pertentangan dan tidak menghormati orang tua yang belum percaya kepada Tuhan Yesus maka silahkan dimakan dengan berdoa kepada Tuhan, menguduskannya terlebih dahulu. Jangan sampai apa yang kita lakukan menjadi batu sandungan.

1 Korintus 8 : 8 - 10
"Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan." Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah. Karena apabila orang melihat engkau yang mempunyai "pengetahuan", sedang duduk makan di dalam kuil berhala, bukankah orang yang lemah hati nuraninya itu dikuatkan untuk makan daging persembahan berhala? 


2.    Bersilahturahmi
Boleh dilakukan sebagai bentuk kasih kita kepada keluarga, silahturahmi perlu terjalin untuk mempererat hubungan persaudaraan, menaruh hormat kepada yang tua, dan berbagi dalam bentuk uang dan makanan.

Imamat 19 : 32
“Engkau harus bangun berdiri di hadapan orang ubanan dan engkau harus menaruh hormat kepada orang yang tua dan engkau harus takut akan Allahmu; Akulah TUHAN.”

Kisah Para Rasul 20 : 35
Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.”


3.    Good Luck and Bad Luck 

Yakobus 1 : 17
Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

Saat merayakan imlek kita sering mendengar kalimat “good luck” atau “semoga beruntung di tahun ini”. Sebagai orang Kristen kita tidak mengenal good luck ataupun bad luck, semua orang yang mengasihi dan hidup di dalam Kristus Yesus hanya mengenal kata diberkatilah kalian semua oleh Tuhan (God bless you).

Yakobus 1 : 13
Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.

Seringkali kita ada dalam pencobaan bukan karena Tuhan, melainkan diijinkan Tuhan untuk kita alami dengan tujuan untuk mengenal Tuhan dengan benar dan membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik, naik kelas saat kita menang. Bahkan dapat menjadi kesaksian dan memberikan pengharapan bagi orang lain yang mengalaminya juga.

Ada dua jenis masalah:
-    Good problem, terjadi bukan karena kesalahan sendiri (Yakobus 1 : 12), contoh: Ayub.
-    Bad problem, terjadi karena kesalahan sendiri (Yakobus 1 : 14 - 15), contoh: Daud.

Jadi, ada yang boleh kita lakukan dan ada yang tidak boleh dilakukan. Boleh jika itu tidak bertentangan dengan firman Tuhan, memiliki tujuan yang baik, memberikan penghormatan kepada orang tua, dan berbagi kasih satu dengan yang lain.

Selain tradisi imlek, di Indonesia juga memiliki beberapa tradisi lainnya. Salah satunya adalah tradisi Jawa. Di dalam tradisi jawa dikenal adanya hari baik dan hari buruk. Sebagai orang Kristen yang sudah mempercayai Tuhan Yesus kita tidak boleh lagi meyakini adanya hari baik atau hari buruk, sebab Tuhan menciptakan semua hari baik bagi kita.

Tradisi lainnya berupa tradisi internasional yang kita sering lihat adalah tidak menyukai angka 4 (orang Jepang, Cina, Korea), karena artinya mati, dianggap mendatangkan kesialan. Angka 13 juga sama, dipercaya akan adanya kesialan bagi orang-orang yang memakai angka 13. Angka 13 sendiri seringkali dikaitkan dengan beberapa peristiwa kegagalan seperti: kegagalan apollo 13 mendarat di bulan, perusahaan Fuji melewatkan seri 13 dan langsung menerbitkan seri 14, Microsoft office mengganti versi ke-13 dari office 2007 ke office 2010.


Ketika kita mengenal Allah, kita tidak boleh lagi memperhambakan diri kepada ilah-ilah, takhayul, atau hal mistis lainnya. Kepercayaan kita hendaknya berfokus hanya kepada Tuhan Yesus saja, sebab kita sudah dimeteraikan dengan Roh Kudus.

Galatia 4 : 9
Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Allah, kamu memperhambakan  diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah. Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri  lagi kepadanya?

2 Timotius 2 : 19
Tuhan mengenal siapa kepunyaanNya…

Efesus 1 : 13
di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan  dengan Roh Kudus


Kisah dalam Alkitab mengenai anak-anak Skewa (Kisah Para Rasul 19:13-17), menegaskan bahwa roh jahat mengenal siapa Yesus, oleh karena itu jangan takut! Karena bagi siapa yang tinggal dalam Tuhan Yesus dan Tuhan Yesus ada dalam hidupnya maka akan menang dan dapat menaklukkan kuasa si jahat. 

Matius 17 : 19 - 20
Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?" Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.

Take home message:

1.    Pelajari latar belakang tradisi sebelum melakukannya. Apakah melanggar firman Tuhan?

2.    Berkat dan ujian dalam hidup kita tidak akan tertukar, karena Tuhan tidak pernah salah bertindak. Jangan percaya kepada hal-hal mistis.

3.    Arise and shine. Jadilah teladan dalam hidupmu. Janganlah menjadi batu sandungan.
Tuhan kita adalah Tuhan yang luar biasa, Dia adalah Tuhan yang mengenal kita pribadi lepas pribadi. Dia sanggup melakukan jauh lebih besar dari apa yang kita pikirkan.

Tuhan Yesus memberkati.

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL