Hati kita harus tulus bukan pura-pura dan sungguh-sungguh kepada Tuhan.
Matius. 5:8Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Mari kita benahi hati kita sehingga kita bisa sungguh-sungguh menyembah Tuhan. Hati yang suci dan tulus serta sungguh-sungguh akan membuat kita berbahagia.
Jangan kita melihat diri sendiri sehingga tidak bisa melihat Tuhan padahal Tuhan ada di tengah-tengah kita.
Jika hati kita tulus dan sungguh-sungguh kepada Tuhan, maka:
1. Ketulusan membawa berkat
1 Raja-Raja. 9:4-5Mengenai engkau, jika engkau hidup di hadapan-Ku sama seperti Daud, ayahmu, dengan tulus hati dan dengan benar, dan berbuat sesuai dengan segala yang Kuperintahkan kepadamu, dan jika engkau tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturan-Ku, maka Aku akan meneguhkan takhta kerajaanmu atas Israel untuk selama-lamanya seperti yang telah Kujanjikan kepada Daud, ayahmu, dengan berkata: Keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel.
Berbuat sesuai dengan perintah, ketetapan dan peraturan Tuhan dengan tulus hati dan dengan benar semuanya tidak pilih-pilih. Kita harus tulus hati melakukannya dengan benar. Ketetapan Tuhan ada urutannya. Apa yang sudah Tuhan tetapkan tidak akan berubah.
2. Ketulusan membawa perlindungan
Kejadian. 20:5-6Bukankah orang itu sendiri mengatakan kepadaku: Dia saudaraku? Dan perempuan itu sendiri telah mengatakan: Ia saudaraku. Jadi hal ini kulakukan dengan hati yang tulus dan dengan tangan yang suci." Lalu berfirmanlah Allah kepadanya dalam mimpi: "Aku tahu juga, bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan hati yang tulus, maka Akupun telah mencegah engkau untuk berbuat dosa terhadap Aku; sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia.
Seandainya hati kita tulus dan suci maka melakukan kesalahan pun akan sulit. Jika hati kita ada Tuhan maka hati kita menjadi tulus. Sehingga tidak sembarangan bertindak. Tidak bisa kita tidak peduli dengan melakukan segala cara.
3. Ketulusan membuat kita fokus pada Tuhan
1 Tawarikh. 29:18-19Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, bapa-bapa kami, peliharalah untuk selama-lamanya kecenderungan hati umat-Mu yang demikian ini dan tetaplah tujukan hati mereka kepada-Mu. Dan kepada Salomo, anakku, berikanlah hati yang tulus sehingga ia berpegang pada segala perintah-Mu dan peringatan-Mu dan ketetapan-Mu, melakukan segala-galanya dan mendirikan bait yang persiapannya telah kulakukan."
Jika hati kita benar maka kita akan fokus kepada Tuhan. Bukan hanya raja Salomo yang harus mempunyai hati yang tulus tetapi kita juga sebagai umat Tuhan. Hati yang tulus dan sungguh-sungguh membuat kita dapat melakukan dan fokus kepada ketiga hal yaitu: berpegang pada perintah, peringatan dan ketetapan Tuhan. Kita setiap hari harus memikirkan dan fokus kepada Tuhan Yesus. Lakukan segala sesuatu dengan hati yang gembira (berbahagia).
4. Ketulusan membuat kita melihat Tuhan
Matius. 5:8Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Mazmur. 97:11Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati.
Mazmur. 36:9(36-10) Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang.
Ada terang Tuhan yang terbit kepada orang-orang yang tulus hati. Jika kita ingin melihat Tuhan kita harus hidup di dalam terang kebenaran Tuhan. Jika kita melakukan kebenaran Tuhan maka kita akan mendapatkannya bukan hanya tahu dan mengatakan saja. Firman Tuhan harus kita hidupi dan jalani di dalam hidup kita. Kita harus mendengar dan melakukan firman Tuhan maka kita akan memiliki hati yang tulus. Kita harus melakukannya dengan rendah hati sehingga kita mampu melakukannya.
Marilah kita sungguh-sungguh tulus menyembah Tuhan yang sejati dengan tidak sembarangan dan pura-pura. Amin....
Tuhan Yesus Memberkati