📌 Ringkasan sebelumnya : Roma 3
Setelah mempersoalkan mengenai kesejatian dari orang Yahudi di pasal 2, kini Paulus kembali berargumentasi dengan mereka. Ada tiga hal yang menjadi persoalan dalam perikop ini, yaitu kelebihan menjadi orang Yahudi, kesetiaan Allah pada janji-Nya, dan kebenaran Allah dalam mengadili dosa.
Persoalan pertama muncul karena pada bagian sebelumnya Paulus menekankan pentingnya sikap dan perilaku dalam keseharian sebagai ciri sejati keyahudian dan bukan pada tanda lahiriah sebagai orang Yahudi. Pernyataan Paulus ini memicu reaksi keras dari orang-orang Yahudi sehingga mereka mempertanyakan kelebihan orang Yahudi. Jawaban Paulus banyak, tetapi yang terutama adalah Allah memercayakan firman Allah kepada mereka.
Persoalan kedua mengenai apakah Allah tetap setia jika orang Yahudi tidak setia? Paulus menegaskan bahwa sekalipun orang Yahudi tidak setia, namun ketidaksetiaan mereka tidak dapat membatalkan kesetiaan Allah. Artinya, ketidaksetiaan orang Yahudi dapat dipakai Allah untuk menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang benar.
Persoalan ketiga mengenai "melegalkan" ketidakbenaran untuk membawa kebaikan. Apa maksudnya? Jika karena ketidakbenaran mereka membawa kebaikan bagi kemuliaan dan kebenaran Tuhan, maka mereka mempunyai alasan berbuat jahat. Terhadap persoalan kedua dan ketiga, Paulus menjawab dengan sangat tegas: "Sekali-kali tidak!" Menurut Paulus, orang yang berpikir seperti itu layak mendapatkan hukuman Allah.
📖 Pengantar Roma 4
Orang Yahudi sangat patuh kepada Taurat! Bagi mereka, mengikuti semua isi Taurat adalah jaminan keselamatan. Namun Paulus berkata, tidak ada seorang pun yang dapat selamat karena melakukan Taurat. Keselamatan hanyalah kasih karunia Tuhan melalui iman.