📌 Ringkasan sebelumnya : Maleakhi 2
Imam dalam PL bertugas untuk memelihara perjanjian Allah dengan jalan memberikan kurban, berdoa syafaat, dan memberi berkat Tuhan kepada umat-Nya. Pelaksanaan tugas imamat secara benar berarti menghormati Allah dan meneguhkan perjanjian-Nya dengan pihak umat. Ini adalah pengajaran yang harus imam berikan kepada umat.
Pelayanan para imam bagaikan sumber air yang membersihkan kotoran dan membawa kehidupan, tetapi kalau sumber itu kotor maka justru menimbulkan penyakit bahkan kematian. Demikianlah kecaman dalam teks ini ditujukan kepada imam-imam yang gagal melaksanakan tugas mereka. Bagian ini mempertajam kecaman Allah terhadap para imam di pasal 1. Kecerobohan dan sikap tidak hormat serta ucapan para imam yang salah menyebabkan ibadah yang dihasilkan tidak memuliakan Allah, sebaliknya ibadah itu menjadi najis dan berkat mereka menjadi kutuk. Secara lahiriah, ibadah tetap berjalan rutin. Akan tetapi, semuanya itu tidak menghasilkan pengetahuan yang membuka wawasan dan pengenalan rohani yang tepat akan Tuhan. Ibadah semakin menjauhkan orang dari hadirat dan perkenan-Nya. Itu sebabnya, Tuhan akan menghukum keras para imam yang menghasilkan ibadah hampa ini.
Mengapa Tuhan bersikap keras terhadap para imam? Pertama, karena para imam itu sudah ditebus dari antara suku-suku Israel sehingga mereka terikat dalam perjanjian dengan-Nya untuk tugas mulia ini. Kedua, sebagai pemimpin rohani, mereka memberi teladan buruk dan salah dalam mengajar, mereka menyeret umat Allah jatuh dalam dosa yang sama.Â
📖 Pengantar Maleakhi 3
Masalah yang dihadapi Maleakhi ketika menegur keberdosaan umat Tuhan adalah mereka tidak merasa bermasalah dengan dosa mereka, sebab Tuhan tidak bertindak apa-apa. Kata mereka, "Di manakah Allah yang menghukum?" Sikap menantang ini langsung dijawab: "Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya Ia datang, firman Tuhan semesta alam".