📌 Ringkasan sebelumnya : Roma 8
Alkitab berulang kali menegaskan hanya ada dua jalan kehidupan di dunia, hidup menurut daging atau menurut Roh. Tidak ada pilihan ketiga, tidak ada zona netral.
Rasul Paulus memaparkan perbedaan di antara keduanya. Orang yang hidup menurut daging memikirkan hal-hal yang dari daging. Cara hidup seperti itu bertentangan dengan hukum Allah dan menghasilkan maut. Sebaliknya, orang yang hidup menurut Roh memikirkan hal-hal rohani yang menghasilkan damai sejahtera dan hidup kekal. Bila Roh Allah ada dalam diri seseorang, orang itu diangkat menjadi anak Allah yang layak menerima penggenapan janji-janji Allah.
Lebih cermat lagi, orang yang hidup menurut daging bukanlah orang percaya yang sesekali jatuh ke dalam dosa. Hidup menurut daging adalah ciri orang yang sama sekali belum mengalami kelahiran baru. Kita tidak bisa menilai apakah seseorang hidup menurut daging, kecuali dari kebiasaannya, seperti suka ke tempat pelacuran, menyembah berhala, atau mempraktikkan ilmu hitam.
Lebih lanjut lagi, orang yang hidup menurut Roh bukanlah orang percaya yang secara sempurna tidak pernah jatuh ke dalam dosa. Namun, dalam kuasa Roh Kudus, ia terus berjuang untuk mematikan keinginan-keinginan daging. Pikirannya tertuju kepada hidup yang kekal. Takut akan Allah ada padanya.
📖 Pengantar Roma 9
Israel adalah bangsa pilihan Allah, pewaris perjanjian Allah. Dari merekalah akan lahir Mesias, sang Juruselamat. Mereka memiliki hak istimewa untuk menjadi saksi mata penyataan kemuliaan Allah, terutama ketika mereka keluar dari Mesir. Allah memilih Israel untuk menjadi kerajaan imam untuk membawa bangsa-bangsa kepada Allah. Semua keistimewaan ini tidak diperoleh bangsa lain. Walau demikian mereka menolak Yesus Kristus, Anak Allah. Mereka malah menyalibkan Dia