📌 Ringkasan sebelumnya : Kisah Para Rasul 17
1.Injil harus diberitakan dengan dasar Firman Tuhan dan kemampuan menjelaskan kebenaran dengan bijaksana. Paulus masuk ke rumah ibadat dan berdasarkan Kitab Suci, menerangkan bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, serta bahwa Yesus adalah Mesias. Sebagian orang menerima pemberitaan itu, tetapi sebagian lainnya menolak. Ini mengajarkan bahwa pemberitaan Injil bukan sekadar menyampaikan pendapat, tetapi menjelaskan kebenaran Firman Tuhan dengan jelas, masuk akal, dan relevan bagi pendengarnya.
2.Kita harus mengenal konteks orang yang kita layani tanpa mengubah kebenaran Injil. Di Atena, Paulus melihat kota yang penuh dengan patung-patung berhala. Ia tidak langsung menghina atau menyerang masyarakat Atena, tetapi menggunakan titik temu yang mereka kenal, yaitu mezbah bertuliskan “Kepada Allah yang tidak dikenal.” Dari sana Paulus memperkenalkan Allah yang benar sebagai Pencipta, Tuhan atas langit dan bumi, dan kemudian membawa mereka kepada Yesus serta kebangkitan. Pelajarannya: kita perlu memahami budaya, pola pikir, dan bahasa generasi yang kita layani, supaya Injil dapat disampaikan dengan relevan tanpa kehilangan kebenarannya.
3.Tujuan pemberitaan Injil adalah membawa manusia kepada pertobatan dan pengenalan akan Allah yang benar. Paulus menegaskan bahwa Allah sekarang memerintahkan semua orang di mana-mana untuk bertobat karena telah menetapkan suatu hari untuk menghakimi dunia dengan adil melalui Yesus yang telah dibangkitkan. Respons orang Atena berbeda-beda: ada yang mengejek, ada yang ingin mendengar lebih lanjut, dan ada yang percaya. Ini mengingatkan kita bahwa tugas kita adalah memberitakan Kristus dengan setia; hasil akhirnya berada di tangan Tuhan. Jangan takut terhadap penolakan, tetapi teruslah membawa “One More Soul” untuk mengenal dan percaya kepada Yesus.
đź“– Pengantar Kisah Para Rasul 18
Paulus pergi ke Korintus, kota yang lebih besar dan ramai dari Atena. Ada banyak kegiatan keagamaan dilakukan di Korintus. Orang Yahudi dan Yunani hidup bersama sehingga saling berinteraksi. Di sana sudah ada sekelompok orang pengikut Yesus. Paulus datang untuk meneguhkan keyakinan mereka dengan maksud agar mereka tidak terpengaruh keyakinan lain.