📌 Ringkasan sebelumnya : Kisah Para Rasul 10
Bagaimana sikap Petrus jika diperhadapkan pada persoalan ras dan agama? Kornelius adalah seorang non-Yahudi. Walaupun ia terkenal saleh, bahkan seisi rumahnya dikatakan takut akan Allah dan memberi sedekah kepada umat Yahudi; dalam pandangan orang Yahudi ia tetap dianggap sebagai orang "kafir".
Dalam Injil tidak pernah diberlakukan perbedaaan ras, sebab semua bangsa adalah sama di hadapan Allah. Jika ada "orang kafir" menjadi pengikut Kristus, mereka pun harus diterima dalam komunitas Kristen. Kejadian ini menunjukkan bahwa Petrus diutus oleh Allah sebagai alat perkembangan gereja yang lebih luas, yaitu menjangkau "orang kafir".
Kerja Allah yang serasi. Allah bekerja dengan serasi dalam diri Petrus dan Kornelius. Keserasian ini tampak dalam tahap-tahap: pertama, ketika Petrus berdoa dan melihat penglihatan, utusan Kornelius sedang menuju tempat tinggal Petrus; kedua, di saat ia kebingungan memikirkan arti penglihatan itu, utusan Kornelius tiba di tempat Petrus; ketiga, adanya penegasan Roh Kudus untuk tidak ragu-ragu berangkat; keempat, ketika utusan itu memperkenalkan dirinya, dan menyatakan maksud menjumpai Petrus. Cara kerja demikian, memungkinkan Petrus memulai misi menjangkau bangsa lain di luar lingkup Yahudi. Betapa indahnya kerja Allah. Sediakan diri Anda seperti Petrus?
📖 Pengantar Kisah Para Rasul 11
Kabar tentang pemberitaan Injil kepada bangsa nonYahudi oleh Paulus, terdengar oleh rasul-rasul lain dan orang-orang Kristen Yahudi di Yerusalem. Sebagai orang yang menganggap dirinya umat pilihan Allah, mereka tidak bisa mengerti bagaimana firman Allah juga sampai kepada bangsa lain. Mereka mempertanyakan bagaimana Petrus dapat masuk ke rumah mereka dan makan bersama kaum nonYahudi, sesuatu yang sebenarnya tidak boleh dilakukan orang-orang Yahudi.