• Pdt. Rubin Ong
  • 30 September 2018
  • Ibadah Raya II - Pk. 09:00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

Damai Sejahtera

Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita. (2 Ptr. 1:2);

Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. (2 Tes. 1:2)

Kata Kasih Karunia dengan Damai sejahtera tidak dapat dipisahkan dalam hidup kita. Shalom artinya Damai sejahtera. Kata ini memiliki kekuatan yang tidak sederhana. Kasih Karunia Tuhan yang membaut kita bisa melayani Tuhan. Kata “ginsoko” dalam bahasaya Yunaninya dalah mengenal Tuhan dalam pengalaman dengan Tuhan. Mengapa Anugerah Tuhan terhambat karena kita tidak mengalami Damai sejahtera dalam hidup kita.

Ke depan gereja kalau tidak bertumbuh dengan Damai sejahtera (peace) gereja tidak akan kuat. Tuhan sudah menubuatkan ke depan akan terjdi goncangan demi goncangan dan kita semua tidak dapat mengatasi dan mencegah semuanya. Oleh sebab itu kita harus membangun apa yang di dalam kita yaitu, Shalom, dan pertanyaannya apakah hal ini masih ada didalam kita? Stres itu adalah sumber penyakit, oleh sebab itu kita harus memiliki shalom dalam diri kita. Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu! (Rom. 16:20) Tuhan adalah sumber Damai sejahtera yang akan menghancurkan iblis. Kata menghancurkan artinya Setan digiring oleh Tuhan seperti debu yang hilang. Damaisejahtera adalah kekuatan dari dalam kita bukan dari luar. Firman Tuhan berkata, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. (Yoh. 14:27) Ayat ini diucapkan oleh Tuhan Yesus sehari sebelum ia mati. Tuhan Yesus tahu kapan ia harus menanggung penderitaan dan mengetahui kapan Ia mati dan pada saat penderitaan akan datang, Ia mengucapkan perkataan ini yaitu, Damaisejahtera. Damaisejahtera memiliki kekuatan yang luar biasa karena Damai sejahtera tetap tenang di tengah-tengah badai. Tuhan Yesus pernah mengajak murid-murid ke galilea, “Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." (Mrk. 4:35). Murid-murid adalah seorang nelayan yang berpengalaman tetapi ketika ada badai datang mereka ketakutan, tetapi Tuhan Yesus tetap tenang di tengah-tengah badai, dan itulah “Damaisejahtera”. Bagaimana kita tetap memiliki Shalom ditengah-tengah dunia ini :

1. KITA HARUS HIDUP DALAM KASIH

Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.(TB)

lawan dari Kasih adalah kuatir dan ketakutan dan orang yang takut ia sedang mengecilkan Tuhan. Takut adalah situasi yang sangat berbahaya dan apa lagi hidupnya sudah dipenuhi oleh ketakutan dan kuatir. Oleh sebab itu kita harus hidup dalam kasih dan merenungkan kasih Tuhan dalam hidup kita dan orang yang hidup di dalam kasih, Firman Tuhan katakan bahwa kita tinggal di dalam Tuhan. “Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. (1 Yoh. 4:18) Dalam Galati 4:5 berkata, “Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Kita adalah anak, Apa yang Bapa miliki akan dimiliki juga oleh anak kecuali orang-orang yang diluar Kristus. Kita adalah anak-anak merdeka.

2. KITA HARUS MENJAGA HATI

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (Ams. 4:23)

Letak Damai sejahtera ada di dalam hati kita. Oleh sebab itu kita harus merawat dan menjaga apa yang di dalam yaitu hati kita sebab apa yang diluar, Tuhan yang akan menjaganya. Kita tinggal di tempat transit di dunia ini dan kita adalah pendatang, “Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, (1 t. 1:1) Tempat kita yang sesungguhnya adalah Surga, bukan dunia ini. Oleh sebab itu hati kita jangan ada di dunia ini tetapi di dalam kekekalan. Orang-orang yang berpikir di dalam kekekalan tidak takut dan kuatir dengan keadaan di dalam dunia ini. Orang-orang yang fokus kepada dunia ini menjadi gampang takut dan kuatir.

Milikilah Damai sejahtera, karena ia dapat memberikan kekuatan kepada di tengah badai, Oleh sebab itu hiduplah dalam kasih Tuhan dan jagalah hati kita senantiasa agar Damai sejahtera senantiasa memerintah dalam hidup kita. Amin…!

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"