• Pdp. Charlie Jeremiah
  • 16 September 2018
  • 2PM - Pk. 14:00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

FREEDOM COMPASS (SERI KHOTBAH FREEDOM IN CHRIST)

Kompas pada zaman dulu penting sekali untuk menentukan arah, tidak seperti zaman sekarang yang sudah menggunakan GPS. Prinsip dari kompas tidak akan pernah berubah, utara tetap utara, selatan tetap selatan. Kompas akan menentukan dimanakah kita berada. Kita diberikan kehendak bebas dan kemampuan untuk memilih (free will) yang Tuhan beri pada kita manusia ciptaan-Nya yang tertinggi. Free will akan memampukan kita datang kepada Tuhan dengan penuh kehausan dan kerinduan. Untuk itu kebebasan yang kita miliki harus ada arah dan petunjuknya.

Didalam kehidupan manusia, ada aturan-aturan dalam kebebasan yang dibagi dalam tiga hal :

1. Moral

Prinsip hukum dan peraturan, norma-norma.

2. Imoral

Segala sesuatu yang berkebalikan dengan moral. Kita sudah tahu yang kita lakukan itu melanggar, namun kita tetap melakukannya.

3. Amoral

Sesuatu yang netral, biasanya berbicara tentang benda ciptaan Tuhan. Contoh : Narkotika, alkohol. Narkotika dan alkohol yang dipakai dalam jumlah yang kecil bermanfaat bagi kehidupan kita. Namun apabila digunakan diluar ukuran yang standar akan mengakibatkan kerusakan.

Apakah “Kebebasan” membuat “Keterikatan”?

Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.(1 Kor. 6:12)

Yesus sudah mati atas di kayu salib membebaskan kita dari dosa. Namun didalam kebebasan kita ada diposisi manakah kita? Kebebasan yang berlebihan akan mengikat kita sehingga kita menuju kepada dosa. Jangan sampai kita diperbudak dan diikat oleh hal apapun dalam dunia ini.

Free FROM sin? or Free TO sin?

Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.(1 Ptr. 2:16)

Apakah kita benar-benar bebas dari dosa? Atau apakah kita bebas berbuat dosa? Jangan sampai kebebasan yang kita miliki disalahgunakan sehingga akhirnya membuat kita terbiasa dan akhirnya membiasakan diri melakukan dosa. Kematian dan kebinasaan pertama kali dicatat dalam Alkitab pada kisah Adam dan Hawa. Tuhan selalu mengingatkan bahwa upah dari dosa adalah maut. Ingatlah selalu bahwa kehidupan kita harus mendekat kepada Tuhan, selalu minta ampun dan bertobat ketika berdosa.

Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (Mat. 22:37-39)

Ayat ini adalah dasar dari kebenaran Firman Tuhan. Ayat ini adalah kompas bagi kehidupan kita. Didalam kebebasan yang kita miliki, pergunakan kebebasan yang kita miliki untuk mengasihi Tuhan. Yang kedua, pergunakan kebebasan yang kita miliki untuk mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Mulailah mengasihi orang lain.

Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."(2 Ptr. 2:22)

Kematian Yesus sudah menyelamatkan dan membebaskan kita dari dosa. Gunakan kebebasan dan free will untuk ada didalam Tuhan, bukan kepada dosa.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"