<< back

Mengapa Kita Disebut Kristen?

Tahukah Anda mengapa jemaat mula-mula di zaman PB disebut sebagai Kristen?

Mungkin beberapa dari kita menjawab bahwa orang Kristen adalah pengikut Kristus dan mengikuti ke manapun murid-murid Tuhan Yesus berkhotbah tentang Kristus. Tetapi ternyata, jawaban yang benar adalah zaman itu, panggilan sebutan Kristen diberikan sebagai ejekan bagi orang-orang yang hidupnya ikut-ikutan gaya hidupnya Kristus yang telah mati dengan cara yang sangat hina bersama dua orang penjahat di samping kiri dan kanannya.

Di masa kini, istilah Kristen telah menjadi nama sebuah agama yang para pemeluknya dianggap memiliki cara hidup sesuai cara hidup Kristus, serta berprinsip pada kebenaran yang Dia ajarkan. Jadi, seseorang yang menyebut diri Kristen, sebenarnya memiliki tanggung jawab menunjukkan memang hidupnya sesuai cara hidup Kristus.

Belajarlah hidup & bersikap seturut kehendak Tuhan, baik dalam rumah tangga, pekerjaan, studi, maupun pergaulan. Seperti garam & terang dunia yang memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar, itulah yang Tuhan inginkan dari kehidupan kita. Bahkan, kita tidak perlu mengutuki kegelapan atau berkeluh kesah tentang keburukan yang terjadi di dunia, melainkan kita bisa memancarkan sinar terang Kristus saja.

Renungkan, apakah kita sudah pantas menyebut diri Kristen? Apakah kita sudah benar-benar melakukan ajaran Tuhan Yesus?

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:16)


NOTE: Apakah orang Kristen boleh merayakan Halloween? Apakah kutuk bisa mengikat hidup kita? Simak penjabarannya dan download edisi 39 terbaru majalah Integrity di http://integritymagazine.net/.