<< back

Alih Fokus

“Sekalipun aku dicemoohkan oleh sahabat-sahabatku, namun ke arah Allah mataku menengadah sambil menangis.” (Ayub 16:20)

Saat hati kita terluka, entah akibat kekecewaan, orang terdekat, bahkan orang yang tidak kita kenal secara sengaja ataupun tidak, menyakiti perasaan kita, kita harus belajar mengampuni agar tak kehilangan damai sejahtera karena menyimpan dendam. Sebab kebencian adalah emosi yang paling tidak sehat.

Mungkin banyak di antara kita, yang walaupun telah berusaha memaafkan dengan tulus, terkadang masih tergoda mengingat-ingat rasa sakit akibat perlakuan tidak menyenangkan dari orang lain. Jika rasa itu muncul, alihkanlah fokus pikiran kita kepada Allah. Bawalah dalam doa setiap rasa sakit yang sedang mengganggu. Di hadirat-Nya, kita bebas mengekspresikan kekecewaan kita, dan Dia mengerti perasaan kita.

Luka bisa saja kelihatan sembuh, tapi rasa sakitnya terkadang masih membayangi langkah kita ke depan. Saat memori menghadirkan kembali masa-masa menyakitkan, seperti Ayub, mari arahkan mata kita kepada Allah. Memfokuskan diri kepada Allah akan membuat hati & pikiran kita tenang, maka kita akan terbebas dari rasa sakit semu akibat ingat-ingatan masa lalu.