Ev. Harun Yusuf Ibadah I – Pkl. 07.00 WIB – 5 September 2010


TUHAN YANG BENAR
Ev. Harun Yusuf
Ibadah I – Pkl. 07.00 WIB – 5 September 2010

 

Semua agama selalu mengajarkan kebaikan, bahkan agama dan kepercayaan boleh banyak, namun yang menciptakan langit dan bumi ini hanya Satu, yaitu Tuhan Yang Benar, dan kita harus menemukan Tuhan yang Benar ini. Sebab kalau orang mengenal Tuhan yang benar maka dia tidak akan menyembah “tuhan” yang lain yang palsu.

Yohanes 4:24, “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
Bila ingin menemukan Tuhan yang benar, maka kita tidak boleh menggunakan cara manusia, namun kita harus menggunakan caranya Tuhan. Kita harus mencari tahu apa kehendak Tuhan, apa yang menjadi kesukaan Tuhan. Kalau seseorang mau menemukan Tuhan Yang Benar maka dia harus datang dengan roh, artinya dari hati yang paling dalam.
Semua kepercayaan dan agama suka meng-klaim bahwa tuhan yang mereka sembah adalah Tuhan yang Benar. Namun untuk mengetahui Siapa Yang benar maka kita harus mengetahui bahwa ada 3 jenis tuhan:
1.    Tuhan yang menyatakan diri, Tuhan yang datang dari sorga. Inilah Tuhan yang benar.
2.    Tuhan yang dinyatakan iblis, yaitu yang berasal dari roh-roh dunia. Inilah tuhan yang palsu.
3.    Tuhan yang dinyatakan oleh manusia, yaitu tuhan yang dibuat manusia sendiri, yaitu tokoh tokoh agama spritual.

1.    Tuhan yang menyatakan Diri.
Yaitu Tuhan yang menyatakan bahwa “Akulah Tuhan Yang Benar”. Di dalam Alkitab ada tertulis tentang Tuhan Yang menyatakan Diri ini, yaitu Keluaran 3:14.
Tuhan Pencipta memanggil Musa untuk karya keselamatan.
Musa bertanya kepada “Tuhan yang menyatakan diri melalui semak duri yang terbakar itu”, maka Tuhan menjawab bahwa “Aku adalah Aku”.
Siapakah Tuhan ini? Dalam huruf Mandarin, “thien” menyatakan “langit dan pencipta”. Huruf “thien” berasal dari 2 huruf yaitu, “i” yang berarti “satu” dan  “tah” yang berarti besar. Artinya yang Maha Besar itu adalah Tuhan. Jadi, kalau mau menyembah Tuhan maka kita harus menyembah yang paling besar.
Namun manusia salah, manusia justeru menyembah “benda-benda yang besar”: menyembah pohon besar, gunung besar dll. Kalau kita pelajari, huruf “thien” itu mengandung arti “Seseorang”, “Manusia”, yang mempunyai Pribadi, yang dapat mengerti tentang kita. Jadi, kalau kita mau menyembah maka kita harus menyembah kepada Seorang Pribadi, bukan “sesuatu atau binatang”.
Dalam Yesaya 44:24, “Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, yang membentuk engkau sejak dari kandungan; "Akulah TUHAN, yang menjadikan segala sesuatu, yang seorang diri membentangkan langit, yang menghamparkan bumi -- siapakah yang mendampingi Aku? –
Kita harus menyembah Tuhan yang membentuk dan menciptakan kita. Tuhan yang harus kita sembah adalah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi ini.
Untuk mengenal Yang Benar adalah kita bisa melihat dari ajaran-Nya. Tuhan yang Benar tidak mau mencelakakan kita, namun memberi kebahagiaan dan keselamatan, (Yeremia 29:11). Bahkan dalam kitab Kejadian, Tuhan menciptakan alam semesta ini untuk memenuhi kebutuhan manusia itu. Bahkan Sorga Rumah Bapa disediakan untuk kita. Sebab itu, jangan mencari tuhan yang suka menuntut dan mencelakakan. Sebab ada tuhan yang suka membuat sakit dan membuat celaka, kalau manusia itu lupa sembahyang dan memberi sesajen.
Kita dipanggil oleh Tuhan Yesus adalah untuk memperoleh hidup yang kekal dan mengalami kelimpahan. Tuhan yang Benar itu mengasihi kita dan mau berkorban untuk kita, (Yohanes 3:16). Tuhan Yesus rela mati disalibkan untuk menebus dosa-dosa kita agar kita memperoleh hidup yang kekal. Dan tidak hanya sampai di situ saja, Tuhan Yesus juga memulihkan dan memberikan kuasa kepada orang yang percaya kepada-Nya, kuasa untuk mengalahkan dunia dan roh-roh jahat (Markus 16:17,18).
2.    Tuhan yang dinyatakan oleh iblis, Yesaya 14:14.
Iblis datang menyamar sebagai “Tuhan”, malaikat terang (2 Korintus 11:14), dengan menawarkan kekayaan. Kehendak iblis adalah untuk menghancurkan manusia (Yohanes 10:10 a), dengan memakai jimat-jimat, ramalan nasib. Iblis mau membawa manusia ke neraka bersama-sama dengan dia.
3.    Tuhan yang dinyatakan manusia.
Mazmur 115:4, Tuhan melarang kita menyembah patung, karena yang benar adalah Tuhan-lah yang menciptakan manusia dan merawat/memelihara manusia, bukan patung-patung yang terbuat dari batu atau   logam. Kalau manusia  membuat patung dan menyembahnya, maka secara tidak langsung manusia itulah yang menciptakan tuhan. Hal ini tidak benar. Ini adalah kehendak manusia, Matius 15:9. Ini merupakan berhala, Roma 1:23,25. Semua penyembahan berhala  ini  menyakiti hati Tuhan, Yeremia 8:19 b.

Kesimpulan: 1 Korintus 8:5,6. Boleh banyak agama, namun bagi kita hanya ada Satu Allah yang menciptakan langit dan bumi, dan Satu Juruselamat, yaitu Tuhan Yesus, bukan binatang, bukan sesuatu.