Pdt. Jimmy Mulia Kebaktian I, II dan III – Pk. 07.00; 09.00 dan 11.15 WIB – 25 Juli 2010

KASIH YANG MEMBERI SEMANGAT
Pdt. Jimmy Mulia
Kebaktian I, II dan III – Pk. 07.00; 09.00 dan 11.15 WIB – 25 Juli 2010

1 Korintus 13:4-5, “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.”.

Kasih itu tidak sama dengan “sabar”, tetapi kasih menghasilkan kesabaran. Semakin banyak kasih, maka kita akan semakin sabar, semakin murah hati dan semakin tidak cemburu.
Tuhan rindu agar kita menjadi berkat bagi orang lain. Menjadi berkat dengan cara memberikan pengampunan, memberikan dorongan atau semangat bagi orang-orang yang patah hati.
Setiap orang, apakah itu orang miskin atau kaya, tua atau muda, orang terkenal atau pun orang biasa, semua pasti membutuhkan kata-kata semangat atau dorongan. Karena kata-kata yang bersifat memberi semangat dan dorongan dari seorang suami kepada isteri misalnya, bisa menyelamatkan pernikahan, sebaliknya sepotong kata sia-sia juga bisa menghancurkan pernikahan.

Sebagai seorang pemimpin, kita bisa memberikan dorongan dan semangat agar orang-orang yang kita pimpin dapat memunculkan potensi mereka yang terpendam.
Sebagai orangtua, kita bertanggung jawab memberikan kata-kata semangat kepada anak-anak kita. Tetapi sayangnya banyak orang-orang tua Kristen yang tidak mengerti pentingnya memberi semangat kepada semua anggota keluarganya. Dewasa ini banyak keluarga yang diambang kehancuran hanya karena tidak mampu memberikan kata-kata dorongan satu sama lain. Maka ketika muncul perbedaan pendapat, mereka justru gampang terpecah dan bahkan berakibat putusnya hubungan.
Sama halnya setiap sahabat yang baik yang kita miliki adalah anugerah Tuhan. Sebab itu jangan sampai kita memutuskan hubungan hanya karena perbedaan-perbedaan pendapat atau hal-hal yang kecil. Justru ketika ada masalah, sebagai sahabat kita harus saling memberikan dorongan semangat agar hubungan itu tetap awet.

Kasih Tuhan memberikan kemampuan kepada kita untuk memberikan dorongan semangat kepada orang lain. Bahkan kasih Tuhan memampukan kita untuk mengetahui bagaimana cara-cara memberikan dorongan semangat ini. 
Dalam Mazmur 31:24, “Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihi-Nya! TUHAN menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang-orang yang berbuat congkak diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung”.    atau Psalm 31:24, “Be of good courage, and He shall strengthen your heart, all you who hope in the LORD”.
Jadilah pemberi semangat, seperti Yesus memberikan semangat kepada para murid-murid-Nya. Seperti para rasul memberikan semangat kepada jemaat Tuhan ditengah-tengah penganiayaan oleh orang-orang yang tidak mengenal Kristus.

Setiap kita harus bisa menjadi pemberi semangat bagi semua orang. Dengan demikian kita akan mampu membangkitkan dan memunculkan potensi dan kemampuan orang-orang itu. Sebab masih banyak kemampuan yang tersembunyi yang mereka miliki, dimana potensi dan kemampuan mereka itu hanya bisa muncul oleh kata-kata semangat atau dorongan yang kita berikan.
Ketika sesama kita mengalami masalah dan berputus asa sebagai sahabat kita jangan pernah berhenti memberikan dorongan agar timbul suatu pengharapan dalam dirinya, sekalipun mungkin menghadapi “hukuman mati”, atau vonis dokter. Jadilah seperti Hizkia yang walaupun divonis oleh Tuhan, Hizkia tetap mengucap syukur, sehingga Tuhan mengubah keputusan-Nya, dan memberikan umur panjang kepada Hizkia. Artinya, Tuhan mengasihi Hizkia. Tuhan mengasihi kita juga. Jadi apapun masalah kita, tetaplah semangat dan harus bangkit.

Saat kita memberikan  kata-kata dorongan semangat kepada setiap orang, maka kita sedang melakukan kehendak Tuhan (Matius 25:40).
Bagi kita tidak ada yang mustahil, sebab Roh Tuhan ada di dalam kita. Sebab itu tidak mustahil bagi kita untuk selalu memberikan dorongan semangat bagi semua orang.