TEMPATKAN TUHAN SEBAGAI GEMBALA
Pdt. Yofi Hendyawan
Kebaktian IV – Pk. 16.30. WIB – 18 Juli 2010
Pada umumnya kita baru akan mempercayai perkataan seseorang dengan melihat 2 hal berikut:
1. Siapa yang berbicara.
2. Kalau orang itu sudah pernah mengalami dalam hidupnya.
Kita bisa mempercayai setiap perkataan Daud di dalam Mazmur-mazmurnya karena dia telah mengalami dalam hidupnya.
Dalam Mazmur 23:1-6 di ceritakan bagaimana kebaikan Tuhan sebagai Gembala bagi umatNya. Perkataan Mazmur ini terungkap dari pengalaman hidup Daud bersama dengan Tuhan. Kita bisa meneladani Daud dalam menempatkan Tuhan sebagi Gembala dan memperoleh berkat yang sama.
Daud adalah seorang yang sangat dikasihi Tuhan, sekalipun dia bukan seorang yang sempurna, pernah berzinah dengan Batsyeba, berselisih dengan anaknya, figur pemimpin yang kadang mementingkan dirinya sendiri, namun Tuhan mengasihi Daud. Mengapa demikian? Karena ahati Daud melekat pada Tuhan. demikian juga kita, bila hati kita melekat pada Tuhan, maka kasih kemurahan-Nya selalu menyertai kita. berbeda dengan Saul. Saul dipililih Tuhan tetapi ketika ia berdosa ia terlempar dari hadirat Tuhan, karena hatinya tidak melekat pada Tuhan. Selain itu perbedaannya ada pada sikap Daud yang mau mengakui kesalahannya dengan tulus di hadapan Tuhan dan tetap percaya akan rencana Tuhan baginya. Sedangkan Saul tidak.
Daud menempatkan Tuhan sebagai Gembala dalam hidupNya. Daud merasa dirinya tidak berdaya dan lemah tanpa Tuhan sehingga ia menempatkan dirinya sebagai Domba di hadapan Tuhan. Karena ia sangat mempercayai Tuhan maka Tuhan pasti membawa dan menuntun Daud ke dalam berkat yang melimpah (Mazmur 23:2-5)
Apa yang akan kita peroleh kalau kita menempatkan Tuhan sebagai Gembala dalam hidup kita?
1. Tuhan menuntun dan menyediakan berkat yang melimpah bagi kita.
Mazmur 23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang
Tuhan senantiasa menyediakan rumput yang hijau dan air bagi domba-dombaNya. Artinya berkat yang terbaik Ia sediakan.
2. Tuhan memberikan kesegaran bagi jiwa kita.
Mazmur 23 : 2 “Ia menyegarkan jiwaku.....”
Tuhan memberikan kesegaran yang baru. Dalam terjemahan bahasa Ingris diartikan sebagai restorasi. Daud seorang gembala di padang dan kurang dipandang oleh orang tua dan saudara-saudaranya. Namun Allah justru memilih dia untuk menjadi raja atas Israel. Hal ini terjadi karena ia tidak memiliki rasa kepahitan dan kekecewaan dalam dirinya atas perlakuan saudaranya. Hati Daud tetap segar meskipun tidak dipandang oleh orang-orang di sekelilingnya.
3. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Selama kita berjalan di jalan yang sudah Tuhan rencanakan dalam hidup kita maka kita pasti mengalami keberuntungan. Jangan membuat jalan sendiri karena pasti itu bukanlah jalan keberuntungan. Lihat apa yang pernah dilakukan oleh Daud ketika ia berjalan menurut jalannya sendiri. Seharusnya Ia pergi berperang, namun ia tidak pergi sehingga ia jatuh dalam dosa dan menuai hukuman dalam peristiwa Batsyeba.
4. Memberikan keberanian ketika kita menghadapi bahaya.
Mazmur 23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Iman bukan tindakan yang membabi buta tetapi kepecayaan penuh bagi Tuhan. Dengan iman kepada Tuhan Yesus kita sanggup menghadapi bahaya sebesar apapun dalam hidup ini. Sebab Tuhan Yesus adalah Gembala Agung kita.
5. Tuhan menambahkan berkat yang baru setiap harinya.
Mazmur 23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku..... ‘. Kalau kita senantiasa setia kepada Tuhan dan tetap bersyukur atas berkat yang diterima saat ini, Tuhan pasti akan menambahkan berkat yang melimpah lebih dari pada apa yang pernah kita terima.
JADIKAN TUHAN YESUS SEBAGAI GEMBALA AGUNG KITA.