Pdt. Anthony Chang Ibadah KTM – 23 Juni 2010

                                                                        MENGANALISA KEROHANIAN KITA

 

Ayat bacaan: Roma 7:18-19 dan Galatia 5:16-26.
Dewasa ini kita harus senantiasa memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan kerohanian kita supaya kita bisa bersiap menghadapi tantangan jaman yang semakin berat dan sulit.
Seringkali kita melihat suami, istri, teman dan keluarga kita yang sudah rajin beribadah dan bahkan sudah memberi diri dibaptis tetapi masih saja sering jatuh dalam dosa yang sama. Biasanya hal ini dapat terjadi ketika kita mengalami sakit hati/patah hati yang diakibatkan oleh keinginan yang tidak tercapai.
Hal ini sudah tercatat dalam:
Roma 7:18-19, Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.

Karena itu kita harus menganalisa semua hal yang terjadi dalam hidup kita, baik itu kegagalan dan keberhasilan, karena hal ini akan dapat melatih hidup kita apakah mampu mengendalikan diri supaya semakin dewasa dalam Kristus.
Ingatlah bagaimana kejatuhan manusia ke dalam dosa yang diakibatkan oleh keinginan daging:
Baca Kejadian 3:6, “Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya”.
Jaman yang semakin berkembang akan membuat keinginan kita pun semakin bertambah banyak. Keinginan daging yang kita penuhi akan membuat kita jatuh ke dalam kehancuran hidup. Salomo jatuh karena ia memiliki banyak istri yang tidak seiman dengannya sehingga ia terjatuh kepada penyembahan berhala karena pengaruh dari para isterinya. Begitupun Yudas jatuh karena keinginannya untuk memiliki kekayaan sehingga ia rela menjual Yesus.
Yang sangat perlu kita ketahui adalah bahwa keinginan daging tidak dapat kita hilangkan dari kita tetapi yang dapat kita lakukan adalah mengendalikannya dengan memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus.
Suami kita, teman kita, keluarga kita yang sudah percaya dan dibaptis namun masih sering jatuh dalam dosa? Apakah mereka tidak memiliki Roh Kudus dalam dirinya? Jawabannya adalah ADA, tetapi mereka mendukakan hati Roh Kudus dengan tidak mau memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus.
Galatia 5:16-18 berkata;
“…….hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging -- karena keduanya bertentangan -- sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.”
    
Jika seseorang dipimpin oleh Roh maka akan tampak dari buahnya. Karena jika seseorang mau dipimpin oleh Roh kudus kita pasti akan menghasilkan buah Roh yaitu; kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri (Galatia 5:22-23a)
Hidup kekristenan kita harus menghasilkan buah dan dapat dirasakan oleh orang lain. Lihat contoh orang Samaria yang baik hati dalam Lukas 10:30-37. Ini sering menjadi gambaran kekristenan yang kita jalani. Karena itu berusahalah untuk mau dipimpin oleh Roh agar kita menjadi orang Kristen yang dewasa yang menjadi berkat dan bukan menjadi batu sandungan bagi orang lain.